Jumat, 02 Desember 2011

Bangunan Tua di Purwokerto & Nasibnya

Beberapa tahun lalu terjadi pergantian bupati di Purwokerto yang cukup berpengaruh besar terhadap perubahan kota itu.  Sebelumnya, hampir tidak ada pembangunan berarti di kota ini.  Setelah pergantian tersebut, mulailah perubahan terjadi sedikit demi sedikit.  Yang pertama adalah Alun-alun kota direnovasi untuk di modern-kan.  Awalnya saya tidak paham akan menjadi seperti apa.  Setelah selesai, saya cukup kaget melihatnya.  Alun-alun tersebut berubah total, memang terlihat bagus dan megah.  Dengan lapangan yang luas, rumput yang bagus dan sepertinya nyaman untuk berjalan-jalan disitu.  Terbukti kemudian alun-alun Purwokerto menjadi tujuan refreshing warga kota dan sampai sekarang alun-alun tersebut sangat ramai dikunjungi.  Namun saya menangkap ada sesuatu yang sangat saya sayangkan dalam renovasi tersebut, karena renovasi tersebut sama sekali tidak menyisakan sisa sejarah panjang alun-alun tersebut.  Pada awalnya saya tidak terlalu khawatir, namun setelah saya datang ke pameran foto-foto Purwokerto tempo dulu, saya langsung miris.  Di pameran tersebut, terdapat foto alun-alun Purwokerto dari tahun sekitar 1900 awal, dengan dua orang berpakaian layaknya tentara Belanda membawa drum, dan di tag foto tersebut tertulis, Pemberitahuan Ulang Tahun Ratu Juliana.  Alun-alun tersebut nampak sama seperti saat sebelum di renovasi, dan saya miris sekali melihatnya.  Bagaimana sesuatu ayng memiliki sejarah panjang tiba-tiba sejarah tersebut dihapus begitu saja dengan renovasi tersebut.  Kekhawatiran saya terbukti benar ketika saya iseng membaca koran Suara Merdeka (maaf saya lupa edisi kapan), disitu ada artikel dimana renovasi alun-alun Purwokerto sangat disayangkan karena alun-alun tersebut rupanya masuk dalam situs cagar budaya.Nah loh...
Akhirnya saya mulai memperhatikan bangunan-bangunan tua di kota ini.  Ternyata memang banyak bangunan tua, sayangnya banyak yang tidak dilestarikan dan dirawat dengan baik.  Ada yang benar-benar mangkrak, ada yang masih bagus dan dirawat.  Kisah terakhir adalah sebuah bangunan tua yang bernama Villa Krandji.  Beberapa hari yang lalu saya lewat dan ternyata bangunan tersebut sedang dibongkar juga.WTF!! Sungguh sangat disayangkan.  Entah mau jadi bangunan apa lagi.  Sepertinya ruko, karena di kota ini semua daerah menjadi ruko!!dan banyak pula bangunan tua yang dibongkar hanya untuk menjadi ruko.
Seandainya Pemda lebih memikirkan bangunan-bangunan tersebut, dirawat dan dijaga dengan baik tentu akan sangat baik.  Bagi saya bangunan-bangunan tersebut merupakan "wajah" kota ini, merupakan asal mula kota ini sebelum menjadi sedemikian modern.  Tentu akan sangat luar biasa apabila bangunan tua di kota ini dilestarikan seperti di Jakarta Kota ataupun di Semarang.  Memang jumlahnya tidak sebanyak di dua kota tersebut, namun untuk ukuran kota sebesar Purwokerto cukup banyak.  Semoga saja dalam waktu dekat kesadaran itu timbul.

Minggu, 17 Januari 2010

Melihat Burung Liar Bermain Di Pohon Rumahku

Di tengah rumahku, ada bagian terbuka (gada atapnya) yang ditanami pohon palem dan beberapa pohon berbunga.  Nah kebetulan kamarku tepat di depan ruang terbuka itu.  Beberapa hari trakhir ini, tiap pagi pohon palem itu ada beberapa burung gereja yang selalu singgah disitu. Ga tau lah mereka lagi ngapain (buat sarang,ato cuman maen2), tapi yang jelas kliatan dari kamarku.  Menjadi pemandangan yang menyegarkan ketika melihat burung-burung liar sedang bermain di pohon itu.  Rasanya jaman sekarang udah jarang banget burung-burung kaya gtu.

Rasanya rindu pas dulu, tiap sore pasti di langit banyak banget kawanan burung kuntul yang lagi pada terbang.  Sekarang tuh burung kuntul hampir gada.  Sekarang hampir gada kawanan burung kuntul yang pada terbang pulang ke sarang mereka.  Aku gatau penyebab utama kenapa semakin gada aja burung-burung liar kaya gitu.  Tapi aku yakin itu karna ulah manusia juga.  Manusia yang semakin arogan, gamau berbagi dengan makhluk hidup lainnya.  Padahal bumi adalah milik bersama, manusia, hewan dan tumbuhan.  Seharusnya manusia yang memiliki otak yang tentu lebih berakal, lebih memikirkan bagaimana hidup berdampingan dengan hewan-hewan liar yang semakin tersisih habitatnya.

Penebangan pohon-pohon gede di kota cukup membuat aku bertanya-tanya. What de hell men??
Apa-apaan nih? selain kota tambah panas, pohon-pohon gede itu kan jadi rumah bagi beberapa hewan liar.  Di kala banyak kampanye go green, satu orang satu tanaman, global warming dan lain lain, eh malah disini pada ditebangin.huufftt..cape deeh

Yahh..Semoga saja kota ini tidak semakin angkuh saja, namun lebih membumi.  Membumi dalam arti luas, tidak hanya merakyat tapi lebih memikirkan bagaimana merawat dan melestarikan lingkungan kota ini sendiri.

Jumat, 15 Januari 2010

Betapa Susahnya Saya Mencari Album Lama Dari Musisi/Band Indonesia Jaman Dahulu

Dokumentasi.  Ada apa dengan dokumentasi?

Hhmm…menurut saya Indonesia adalah negara yang sangat buruk dalam hal pendokumentasian.  Dari sejarah negara yang pendokumentasiannya buruk, sejarah masa lalu yang buruk juga.  Bahkan sampai sejarah wali songo pun tidak jelas mana yang menjadi cerita paling valid, karena banyak sekali versinya.

Nampaknya hal ini menimpa juga pada pendokumentasian karya seni dalam hal ini adalah musik.  Saya membaca di majalah Rolling Stone beberapa edisi yang lalu, kadang mengulas band atau musisi lokal legendaris, dan beberapa menyatakan bahwa rekaman master salah satu album mereka hilang entah kemana.  Buseet !! master rekaman meeen!! Kok bisa yaa..rupanya masalah ini udah mendarah daging di setiap warga negara Indonesia (semoga saya salah).


 Dan hal ini berlaku juga pada sulitnya saya mencari album-album musisi lama.  Misal mencari album Iwan Fals, Ebiet G Ade dan Koes Plus.  Yang sekarang ada di pasaran kebanyakan adalah album-album kompilasi.  Padahal saya ingin album asli atau LP mereka.  Susahnya minta ampun.  Dari mulai toko kaset saya sambangi, hingga di internet saya coba cari tapi ga ketemu juga.  Berbeda sekali ketika saya coba mencari album dari The Byrds atau Humble Pie misalnya.  di internet, dari vinyl, cd, kaset ada.  Mp3 bajakan pun masih banyak.  Mau beli versi digital ? juga ada!

Hal ini menjadi pertanyaan bagi saya.  Bagaimana generasi muda mau mengenal mereka? Sedangkan mencari referensi album mereka saja susahnya minta ampun.

Dan,  ohh yaa…saya melupakan mp3 bajakan.  Saya berhasil mendapatkan banyak sekali mp3 Chrisye justru dari mp3 bajakan yang dijual seharga Rp10.000 di pasar.  Sepertinya sekarang ini kita sedikit mengurangi mengutuk para pembajak karena mereka ternyata memiliki andil dalam melestarikan artefak seni ini. (saya sih ngga pernah mengutuk mereka.hehehe)

Saya yakin seyakin-yakinnya, kebanyakan sekarang ini yang beredar adalah barang bajakan dalam bentuk mp3.  selain karena memang sekarang jamannya, mau nyari cd ori mereka juga susahnya minta ampun.  Malah mungkin memang tidak ada.


Udah aahh..semakin kesini ni tulisan kok semakin ga jelas arahnya yaa.hahaha.
Ya sudah intinya itu pengendalian diri dalam bulan puasa ini..ehhh..ini sih Zainuddin MZ yaa..sori2 salah..
Intinya saya merasa kesulitan ketika saya coba mencari album2 dari Ebiet G Ade, Iwan Fals dan Koes Plus.  Karena saya ingin mengenal mereka makanya saya mencari album mereka.  Tapi sama sekali ga nemu.  Nah harusnya band dan musisi kaya mereka tuh uda merilis album lama mereka lagi. Ya entah gimana caranya laah.dijual digital ato mastering ulang juga boleh.  Secara masih banyak generasi muda yang perlu belajar seperti apa sih musik Indonesia jaman dulu.  Semoga apa yang saya tulis salah, dan ternyata album-album musisi legendaris kita sudah dijual di pasaran bebas, dan bisa didapat dengan begitu mudah. Amieen.

Wassalam humor !

Jumat, 20 November 2009

Hakim Menangis Saat Jatuhkan Vonis Kepada Seorang Nenek


Purwokerto – Hakim yang satu ini  rupanya tak tega ketika harus membacakan vonis terhadap seorang nenek yang didakwa mencuri. Bambang Lukmanto, SH, hakim pada Pengadilan Negeri Purwokerto (Jateng) tiba-tiba meneteskan air mata, saat membacakan vonis hukuman tiga bulan percobaan terhadap Minah (55), seorang nenek warga Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Kamis (19/11).
Minah didakwa mencuri tiga biji kakao di sebuah perkebunan PT Rumpun Sari Antan (RSA), yang berada tidak jauh dari rumahnya. Suasana haru-pun mewarnai sidang vonis itu
Majelis hakim yang diketuai Bambang dan beranggotakan Dedy Hermawan, SH, serta Sohe, SH, mengaku nuraninya  tersentuh dan melukai rasa keadilan yang menimpa seorang rakyat jelata.
"Kami menyadari sepenuhnya, kasus ini muncul akibat gejala kurang diberdayakannya masyarakat oleh pihak pengelola perkebunan, sehingga  menimbulkan kecemburuan. Hal-hal yang meringankan lainnya, yaitu Bu Minah  sudah tua dan ia hanyalah seorang petani yang tidak punya apa-apa, tiga buah kakao sangat berarti bagi Minah dan sebaliknya tiga buah kakao tidak  menimbulkan kerugian yang signifikan bagi perusahaan pengelola perkebunan PT Rumpun Sari Antan (RSA)," kata hakim Bambang membacakan putusannya.
Atas pertimbangan tersebut, hakim menjatuhkan hukuman 1 bulan 15 hari kurungan, tetapi hukuman tersebut tidak perlu dijalani terdakwa.  Selanjutnya terdakwa Minah dijatuhi hukuman tiga bulan percobaan, jika dalam waktu tiga bulan tersebut, terdakwa melakukan pencurian lagi, maka vonis 1 bulan 15 hari akan langsung diberlakukan tanpa persidangan kembali.
Saat hakim menanyakan apakan Minah menerima putusan tersebut, Minah hanya tersenyum, dan tidak tahu soal bahasa hukum. Kemudian hakim menjelaskan, bahwa dengan putusan ini Minah diperbolehkan pulang dan perkaranya selesai. Minahpun langsung menyatakan menerima putusan tersebut. "Alhamdulillah, matur nuwun pak hakim," katanya sambil tersenyum.
Usai sidang para pengunjung yang memadati ruang sidang baik dari aktivis, LSM hingga para seniman di Banyumas langsung memberikan ucapan kepada Minah. Sebenarnya ada ketidakpuasan dari para pengunjung sidang, salah seorang aktivis, Bangkit menyatakan, ia menginginkan vonis bebas untuk Minah. Tetapi karena ketidakpahaman Minah, maka terdakwa menerima begitu saja keputusan hakim.
Diperas Polisi
Sementara itu, sebelum sidang dimulai, Minah sempat bercerita, bahwa ia sempat dimintai sejumlah uang oleh oknum polisi dari Polsek Ajibarang. Dua hari sebelum sidang putusan digelar, ada empat oknum polisi yang datang ke rumah Minah dan meminta uang untuk ongkos sidang.
“Katanya uangnya untuk biaya sidang saya, saya sampai utang ke tetangga Rp 50 ribu. Tetapi ternyata sidang sekarang ini saya berangkat sendiri, mbayar angkutan dan bis juga sendiri," tutur Minah.
Tetangga Minah juga membenarkan cerita nenek dengan belasan cucu tersebut. "Saya juga tahu Bu Minah dimintai uang oleh polisi itu, kasihan betul, sudah tua terkena kasus hukum, masih dimintai uang pula, benar-benar tidak punya hati nurani," kata tetangga Minah tersebut.



Disadur dari : 
http://jakartapress.com/news/id/10021/Hakim-Menangis-Saat-Jatuhkan-Vonis.jp






Kenapa Selalu orang tidak mampu yang jadi korban hukum?
Kenapa selalu rakyat jelata yang selalu diproses hukum dengan baik dan benar?
Pertanyaan klise seperti diatas akan selalu ada dan dijawab dengan jawaban klise pula, dan kasus klise seperti ini juga pasti muncul lagi.
Perih rasanya membaca berita ini, dan mungkin ini satu diantara ratusan/ribuan kasus yang menimpa rakyat Indonesia dan ketidakadilan yang selalu ada di Indonesia.
Dan oknum polisi yang masih tega memeras nenek tersebut? No komen deh, anjing.






Minggu, 08 November 2009

The Tallest Man on Earth - Shallow Grave (2008)

Artist : The Tallest Man on Earth
Album : Shallow Grave
Year : 2008
Genre : Folk




















Track Listing : 
1.  "I Won't Be Found" - 2:47  
2.  "Pistol Dreams" - 3:34  
3.  "Honey Won't You Let Me In" - 2:56  
4.   "Shallow Grave" - 2:37  
5.  "Where Do My Bluebird Fly" - 3:17  
6.  "The Gardener" - 3:56  
7.  "The Blizzard's Never Seen the Desert Sands" - 2:01  
8.  "The Sparrow and the Medicine" - 3:06  
9.  "Into the Stream" - 2:47   
10.  "This Wind" - 3:20


Sebuah rekaman menakjubkan dimana anda akan bertanya-tanya, tahun berapakah rekaman tersebut dibuat dan berpikir ini adalah salah satu rekaman awal Bob Dylan yang hilang.  Yap betul, nuansa Dylan sangat kental di setiap lagu, hingga teknik olah vokal yang mirip dengan Dylan sebelum memakai gitar elektrik dan jaket kulitnya.


The Tallest Man on Earth adalah proyek solo dari seorang Kristian Matsson, seorang musisi folk dari Swedia dan juga seorang vokalis dari band bernama Montezumas.  Hahaha.. Disini anehnya, seorang musisi Swedia dengan musik yang sangat Amerika.


Sepuluh lagu album ini benar-benar hanya diisi oleh gitar akustik dan banjo saja.  Tentunya dengan vokal si bang Matsson tanpa ada backing vokal satupun di semua lagunya.  Benar-benar sebuah rekaman folk yang berharga dan bagus.  Anda mungkin akan bertanya-tanya, karena hasil rekaman yang terdengar sangat kasar dan terdengar tidak halus layaknya rekaman jaman sekarang.  Saya sendiri tidak tau teknik rekaman seperti apa yang dilakukan oleh si bang Matsson, tapi sepertinya kesimpulannya adalah dia merekam secara tradisional sekali.  Terdengar dari banyaknya suara-suara gesekan senar dengan jari dan vokal yang terdengar kasar tanpa diperhalus sedikitpun.  Bagi anda yang menggilai folk music, hal tersebut adalah kenikmatan yang tersendiri, bukan?


Album ini sangat direkomendasikan untuk penikmat folk sejati, terutama bagi mereka yang menggilai album-album Bob Dylan di awal karirnya dan penikmat musik akustik yang simpel dan organik.  Selamat mendengarkan !!




Jumat, 16 Oktober 2009

Pagi Yang Indah di Makrab Komunikasi UNSOED 2009

Hujan yang sangat deras rupanya benar-benar merubah rencana matang yang sudah disusun.  Jam 8 Pagi Yang Indah sudah harus main tapi apa daya, sampai jam ½ 8 hujan gedenya minta ampun. 
Akhirnya kita baru nyampe sekitar jam 9an apa yaa.hehe.lupa juga c.pokoknya sekitar jam segitu lah.
Langsung aja kita siap2 di blakang panggung…


Wah rupanya peserta makrab kali ini terlihat sedikit daripada taon2 kemaren. Mungkin karna jarak makrab dan kuliah hari pertama tu jaoh banget kali ya.  Ada lebaran,jadinya menyesuaikan dong..


Nah, akhirnya setelah masang efek, nyetem gitar dll.  Kita bener2 siap!!
Wow..rupanya panitia makrab kali ini oke juga! Mreka malah mengharuskan peserta buat berdiri smua dan harus rame..


Lagu pertama mulai, jreeeng!!
Wah rame banget!!
Mungkin kita band pertama juga c.hehe
“Take me out” kita bawakan dengan sukses!!disusul teriakan “mau yang lebih panas!!!” dari temen panitia dan juga peserta!!
Wahh rupanya mreka butuh lebih panas. Oke!!
“this boy” jadi lagu kedua. Trnyta filingku tepat juga.naroh “this boy” jadi lagu kedua bakal jadi lebih rame niy..hahahaha


Wow.ga panitia ga peserta mreka jogetnya mantep banget coy!!semangat abis!!
Dan terdengar pula teriakan histeris dari para cewe-cewe (kayaknya biangnya si punky nih.hahaha)..


Lantai disko rupanya uda cukup panas!!
Kita slow down dikit bawain disko patah hati,”auf achse”. Dan langsung disambut “outsiders”..


Overall, that was one of our greatest show.hehe
Yoha..
Dan crowd yang sangat ramai.yaiyalah anu band pertama..hahaha
Buktinya pas uda malem ada yang ndatengin aku n ngomong,”mas,aku suka disko patah hatinya”..hehehe


Thanks buat temen2 panitia dn peserta juga ya. You’re the best!!




Setelah PYI


Abis selese manggung, ak langsung menuju ke atas buat makan dulu.hehehe..laper cooy..
Jadi ga bisa liat 2 band abis aku persis. Sori ya coy..


Aku turun lagi pas Slide Munky main. Waah,pas banget nih..waktunya rese.  Langsung aja aku ambil stik drum dan ikutan nabuhin simbal.hehehe..biasa coy,supaya sedikit ada hiburan..


Wah rupanya penampilan Slide Munky cukup rapi tapi sayang kurang rame.  Emang uda ada yang pada balik kamar,jadi rada lengang tu venue.. ato mungkin karna si Wuland (vokalisnya) kurang bisa memprovokasi anak2.


Setelah Slide Munky, giliran Shre Savita main. Nah ini baru sedikit rame.  Untung si Vici (vokalisnya) pinter banget buat provokasi orang2 buat pada ke depan panggung.
Wah.. memang Shre Savita memang bener2 Rock n Roll yang mabok banget!hahaha
Penampilan yang dahsyat dan soulful dari personilnya menjadi highlight penampilan mreka. Keren !!


Abis Shre, rupanya ada Butter Scotch (salah nulis ga ya)..
Rupanya mereka menambah amunisi pada keyboard. Diliat dari performance mreka, sedikit lebih baik daripada kemarin2..
Pertama aku liat di kebon dan di smansafair, sangat terlihat progresnya..good job lads!!
Rupanya segi musik pun sedikit mengalami pembenahan.  Dengan adanya amunisi keyboard, mreka jadi terdengar seperti band power pop yang sekarang memang lagi ngetrend ( sebenernya menurutku disebut power pop tuh kurang tepat, tapi uda familiar disebut gitu..yauda..). 
Ga salah juga lah.  Mreka kan anak muda..hehehe..




(7 Oktober 2009)

The Leisure Society - The Sleeper (2009)

Artist : The Leisure Society
Album : The Sleeper
Year : 2009
Genre : Folk/Pop

























Track list :
01. Give yourself a fighting chance
02. The sleeper
03. The last of the melting snow
04. A short weekend begins with longing
05. We were wasted
06. Save it for someone who cares
07. The darkest place I know
08. Are we happy
09. Come to your senses
10. A matter of time
11. Love's enormous wings




Entah apa yang ada di dalam pikiran mereka, sehingga mereka bisa menciptakan sebuah musik yang sungguh indah dan membius.  Pertama kali aku mendengarkan, aku langsung terpikat dengan nada-nada yang mengalun sungguh indah.  Bukanlah musik yang menggebu-gebu atau yang merangsang kita untuk bergerak/berdansa, namun sebuah musik yang mampu membawa kita lepas dari dunia kita yang sumpek ke sebuah taman yang indah.  Dimana kita hanya perlu merebahkan diri di rerumputan ditemani seseorang yang mampu membuat kita tersenyum selalu.  Itulah gambaran aku akan album ini, dimana lagu-lagu yang mengalun selalu membuat saya tersenyum dan menghilangkan kepenatan sehari-hari.  Mendengarkan sambil merebahkan diri dan menutup mata adalah cara terbaik untuk mendengarkan album ini.




Dalam setiap lagunya mereka tidak melakukan lompatan nada yang jauh.  Nada yang mereka ambil sangatlah "aman", karena tidak melompat-lompat.  Namun sekali lagi dengan komposisi yang brilian, dan aku yakin dapat didengarkan semua orang.  Nada yang mereka ciptakan didukung oleh harmonisasi yang brilian dan tidak memaksa.  Terkadang dua vokalis mereka bernyanyi satu suara dan tiba-tiba memecah menjadi suara 1 dan 2.  Komposisi musik yang sederhana menjadikan nada-nada indah mereka tereksploitasi dengan jelas dan menggoda anda untuk bernyanyi bersama sambil tersenyum, tentunya.


Sungguh sebuah masterpiece yang aku yakin bakal menjadi album yang evergreen.  Inilah salah satu musik terbaik yang saya temukan.




Sebenernya semua lagu aku suka.  Ga ada lagu jelek di album ini.  
Tapi untuk rekomendasi, coba dengarkan :
1. the sleeper
2. the last of the melting snow
3. save it for someone who cares. juara nih!! lagunya enak banget!!
4. the darkest place i know. judulnya cukup dark,tapi lagunya sama sekali gak dark.malah menyenangkan.
5. come to your sense
6. love's enormous wings



Sabtu, 26 September 2009

The Hardest Part Of Lettting Go...Sealed With A Kiss

Such a pretty face, radiant
I saw you, across the room
I knew I had to have you

Thus started the chase
I knew I would do anything to take
Your hand and make you mine

But I learned long ago
If you love someone you have to let it go
The hardest part of letting go
Is saying goodbye
Goodbye, goodbye

[Sealed With A Kiss]

Fettered away in a makeshift cell
Beneath the venomous moonlight
I unleash my plan to watch you fail
The one I held so high

Go to sleep my love
Taste my sweet revenge on your lips
Its sealed with a kiss

[Solo - Chris]

I return to the masquerade ball
And leave the long figure weeping
Stone by stone, immured in the wall
Forever left in safekeeping

Go to sleep my love
Taste my sweet revenge on your lips
Its sealed with a kiss

[The Hardest Part Of Letting Go... (Continued)]

But I learned long ago
If you love someone you have to let it go
Let it go, let it go
The hardest part of letting go
Is saying goodbye
Goodbye, goodbye




Itu tadi liriknya Megadeth yang judulnya The Hardest Part Of Lettting Go...Sealed With A Kiss. Diambil dari End Game,album Megadeth terbaru (2009).
Seumur-umur aku lom pernah ndengerin lagu metal mpe mo nangis.heran, Megadeth bisa aja bikin lagu kaya gini.
mungkin secara aransemen musik, ni lagu termasuk lagu ballad di album ini, termasuk lagu paling santai di album ini. ato mungkin tersantai ya.

damn!!liriknya "gue banget" gitu loh!!
ndengerin lagu ini jadi inget masa laluku. ditinggalin ama cewe yang aku cinta banget. padahal selama ini aku uda coba nglupain,tapi dengerin lagu ini sambil baca liriknya ngingetin dia banget..huuhuhuu..

But I learned long ago
If you love someone you have to let it go
Let it go, let it go
The hardest part of letting go
Is saying goodbye
Goodbye, goodbye


rupanya aku juga harus belajar, jika kamu mencintai seseorang kamu harus membiarkannya pergi. dan bagian terberat adalah ketika kita mengatakan selamat tinggal.