Minggu, 17 Januari 2010

Melihat Burung Liar Bermain Di Pohon Rumahku

Di tengah rumahku, ada bagian terbuka (gada atapnya) yang ditanami pohon palem dan beberapa pohon berbunga.  Nah kebetulan kamarku tepat di depan ruang terbuka itu.  Beberapa hari trakhir ini, tiap pagi pohon palem itu ada beberapa burung gereja yang selalu singgah disitu. Ga tau lah mereka lagi ngapain (buat sarang,ato cuman maen2), tapi yang jelas kliatan dari kamarku.  Menjadi pemandangan yang menyegarkan ketika melihat burung-burung liar sedang bermain di pohon itu.  Rasanya jaman sekarang udah jarang banget burung-burung kaya gtu.

Rasanya rindu pas dulu, tiap sore pasti di langit banyak banget kawanan burung kuntul yang lagi pada terbang.  Sekarang tuh burung kuntul hampir gada.  Sekarang hampir gada kawanan burung kuntul yang pada terbang pulang ke sarang mereka.  Aku gatau penyebab utama kenapa semakin gada aja burung-burung liar kaya gitu.  Tapi aku yakin itu karna ulah manusia juga.  Manusia yang semakin arogan, gamau berbagi dengan makhluk hidup lainnya.  Padahal bumi adalah milik bersama, manusia, hewan dan tumbuhan.  Seharusnya manusia yang memiliki otak yang tentu lebih berakal, lebih memikirkan bagaimana hidup berdampingan dengan hewan-hewan liar yang semakin tersisih habitatnya.

Penebangan pohon-pohon gede di kota cukup membuat aku bertanya-tanya. What de hell men??
Apa-apaan nih? selain kota tambah panas, pohon-pohon gede itu kan jadi rumah bagi beberapa hewan liar.  Di kala banyak kampanye go green, satu orang satu tanaman, global warming dan lain lain, eh malah disini pada ditebangin.huufftt..cape deeh

Yahh..Semoga saja kota ini tidak semakin angkuh saja, namun lebih membumi.  Membumi dalam arti luas, tidak hanya merakyat tapi lebih memikirkan bagaimana merawat dan melestarikan lingkungan kota ini sendiri.

Jumat, 15 Januari 2010

Betapa Susahnya Saya Mencari Album Lama Dari Musisi/Band Indonesia Jaman Dahulu

Dokumentasi.  Ada apa dengan dokumentasi?

Hhmm…menurut saya Indonesia adalah negara yang sangat buruk dalam hal pendokumentasian.  Dari sejarah negara yang pendokumentasiannya buruk, sejarah masa lalu yang buruk juga.  Bahkan sampai sejarah wali songo pun tidak jelas mana yang menjadi cerita paling valid, karena banyak sekali versinya.

Nampaknya hal ini menimpa juga pada pendokumentasian karya seni dalam hal ini adalah musik.  Saya membaca di majalah Rolling Stone beberapa edisi yang lalu, kadang mengulas band atau musisi lokal legendaris, dan beberapa menyatakan bahwa rekaman master salah satu album mereka hilang entah kemana.  Buseet !! master rekaman meeen!! Kok bisa yaa..rupanya masalah ini udah mendarah daging di setiap warga negara Indonesia (semoga saya salah).


 Dan hal ini berlaku juga pada sulitnya saya mencari album-album musisi lama.  Misal mencari album Iwan Fals, Ebiet G Ade dan Koes Plus.  Yang sekarang ada di pasaran kebanyakan adalah album-album kompilasi.  Padahal saya ingin album asli atau LP mereka.  Susahnya minta ampun.  Dari mulai toko kaset saya sambangi, hingga di internet saya coba cari tapi ga ketemu juga.  Berbeda sekali ketika saya coba mencari album dari The Byrds atau Humble Pie misalnya.  di internet, dari vinyl, cd, kaset ada.  Mp3 bajakan pun masih banyak.  Mau beli versi digital ? juga ada!

Hal ini menjadi pertanyaan bagi saya.  Bagaimana generasi muda mau mengenal mereka? Sedangkan mencari referensi album mereka saja susahnya minta ampun.

Dan,  ohh yaa…saya melupakan mp3 bajakan.  Saya berhasil mendapatkan banyak sekali mp3 Chrisye justru dari mp3 bajakan yang dijual seharga Rp10.000 di pasar.  Sepertinya sekarang ini kita sedikit mengurangi mengutuk para pembajak karena mereka ternyata memiliki andil dalam melestarikan artefak seni ini. (saya sih ngga pernah mengutuk mereka.hehehe)

Saya yakin seyakin-yakinnya, kebanyakan sekarang ini yang beredar adalah barang bajakan dalam bentuk mp3.  selain karena memang sekarang jamannya, mau nyari cd ori mereka juga susahnya minta ampun.  Malah mungkin memang tidak ada.


Udah aahh..semakin kesini ni tulisan kok semakin ga jelas arahnya yaa.hahaha.
Ya sudah intinya itu pengendalian diri dalam bulan puasa ini..ehhh..ini sih Zainuddin MZ yaa..sori2 salah..
Intinya saya merasa kesulitan ketika saya coba mencari album2 dari Ebiet G Ade, Iwan Fals dan Koes Plus.  Karena saya ingin mengenal mereka makanya saya mencari album mereka.  Tapi sama sekali ga nemu.  Nah harusnya band dan musisi kaya mereka tuh uda merilis album lama mereka lagi. Ya entah gimana caranya laah.dijual digital ato mastering ulang juga boleh.  Secara masih banyak generasi muda yang perlu belajar seperti apa sih musik Indonesia jaman dulu.  Semoga apa yang saya tulis salah, dan ternyata album-album musisi legendaris kita sudah dijual di pasaran bebas, dan bisa didapat dengan begitu mudah. Amieen.

Wassalam humor !